Home » » Pengertian Kepemimpinan Karismatik, Visioner, dan Tim

Pengertian Kepemimpinan Karismatik, Visioner, dan Tim

Written By ariev kusuma on Monday, 21 April 2014 | 00:27

Kepemimpinan karismatik adalah gaya kepemimpinan yang membuat para anggota yang di pimpinnya mengikuti inovasi inovasi yang di ajukan oleh pemimpin ini. Pemimpin karismatik visioner mengekpresikan visi bersama mengenai masa depan. Sedangkan pemimpin karismatik di masa krisis akan menunjukkan pengaruhnya ketika system harus menghadapi situasi dimana pengetahuan, informasi, dan prosedur yang ada tidak mencukupi (Ian I. Mirtoff, 2004).

Sedangkan yang dimaksud dengan seorangpemimpin yang visioner adalah seorang yang sangat responsive. Artinya dia selalutanggap terhadap setiap persoalan, kebutuhan, harapan dan impian dari mereka yangdipimpinnya. Selain itu selalu aktif dan proaktif dalam mencari solusi dari setiappermasalahan ataupun tantangan yang dihadapi organisasinya.
Gaya kepemimpinan kharismatik dan visioner dianggap penting karena para pemimpin yang karismatik mempunyai daya tarik tersendiri sehingga dapat membuat para bawahannya untuk mengikutinya. Sedangkan kepemimpinan yang visioner selalu dapat mengemukakan ide ide baik dalam masa krisis ataupun ide ide yang fleksibel yang dapat mengikuti perkembangan jaman.


cirri-ciri utama kepemimpinan visioner adalah:
o    1.      Berwawasan ke masa depan, bertindak sebagai motivator, berorientasi pada the best performance
o    2.      Mampu menggalang orang lain untuk kerja keras dan kerjasama dalam menggapai tujuan
o    3.      Mampu merumuskan visi yang jelas, inspirasional dan menggugah, mengelola mimpi menjadi                 kenyataan
o    4.      Mampu memberi inspirasi, memotivasi orang lain untuk bekerja lebihkreatif dan bekerja lebih keras

o    5.      Mampu mengubah visi ke dalam aksi

Kepemimpinan Tim

Tim adalah kelompok di dalam organisasi yang anggota-anggotanya saling bergantung satu sama lain, saling berbagi tujuan bersama, dan dicirikan oleh adanya satu orang yang mengkoordinasikan kegiatan bersama mereka. Koordinasi tersebut dilakukan demi mencapai tujuan bersama. Contoh dari sebuah tim adalah tim manajemen proyek, gugus tugas, unit-unit kerja, atau tim pengembang organisasi. 
Di dalam tim, fungsi utama kepemimpinan adalah berupaya mencapai tujuan organisasi (tim) secara kolektif, bukan individual. Tim umumnya memiliki seorang pemimpin yang telah ditentukan. Pemimpin tersebut dapat berasal dari dalam tim itu sendiri maupun dari luar. 
Peran kepemimpinan di dalam tim dapat saja dirotasi sehingga mungkin saja diisi oleh para anggota lain antarwaktu. Peran kepemimpinan di dalam tim juga bisa disebar di antara sejumlah anggota tim tanpa harus ditentukan seorang pemimpin secara formal. Kepemimpinan yang tersebar tersebut umum ditemukan dalam kepemimpinan tim. Posisi kepemimpinan dalam tim tidak lagi bercorak satu pemimpin formal selaku pemegang tanggung jawab utama melainkan jatuh ke tangan beberapa orang yang berpengalaman di dalam tim.[22]
Model kepemimpinan tim dicontohkan sebagai berikut:[23]
Gambar 14 Model Kepemimpinan Tim versi Hill

Kepemimpinan di dalam tim umumnya digariskan ke daftar serangkaian keputusan utama yaitu sejumlah kondisi yang menentukan kapan dan bagaimana seorang pemimpin baru ikut campur guna meningkatkan fungsi tim. Pertimbangan pertama apakah lebih baik meneruskan pengamatan dan memonitoring tim ataukah mengintervensi kegiatan tim dengan mengambil tindakan. Pertimbangan kedua, apakah intervesi yang dilakukan lebih kepada tugas yang tengah dilaksanakan ataukah dalam konteks hubungan yang dengan anggota tim lain. Pertimbangan ketiga apakah intervensi sebaiknya dilakukan pada tingkat internal (di dalam tim itu sendiri) atau eksternal (di lingkungan sekeliling tim).
Tindakan kepemimpinan eksternal adalah tindakan yang dibutuhkan untuk menjaga tim agar terlindung dari dampak lingkungan eksternal, tetapi di saat sama, mempertahankan hubungan tim dengan lingkungan eksternal. Termasuk ke dalam tindakan ini adalah:[25]


Tindakan yang juga umum diambil dalam kepemimpinan tim terbagi menjadi dua: Internal dan eksternal. Tindakan internal artinya adalah tindakan yang dilakukan di dalam tim itu sendiri, yang terdiri atas tugas dan hubungan. Tindakan eksternal artinya tindakan dilakukan pada lingkungan sekeliling tim.
Tindakan kepemimpinan dalam tugas internal terdiri atas model yang merinci serangkaianskill atau tindakan yang dilakukan pemimpin untuk meningkatkan kinerjanya, yaitu :
§  Fokus pada tujuan (menjelaskan, memperoleh persetujuan)
§  Merinci hasil (perencanaan, pemvisian, pengorganisasian, penjelasan peran, dan pendelegasian wewenang)
§  Pemfasilitasian proses pembuatan keputusan (penginformasian, pengendalian, pengkoordinasian, pemediasian, pensintesisan, dan pemfokusan pada masalah)
§  Pelatihan anggota tim sehubungan keahlian yang dibutuhkan dalam pekerjaannya (pendidikan, pengembangan)
§  Pemeliharaan standar prima (penilaian tim dan kinerja individual, pembahasan kinerja yang tidak sesuai)
Tindakan hubungan dalam konteks internal dibutuhkan untuk meningkatkan skillinterpersonal anggota tim sekaligus hubungan yang terjalin di dalam tim. Tindakan dalam konteks ini terdiri atas:[24]
§  Pelatihan untuk meningkatkan skill interpersonal
§  Penguatan kerjasama di antara anggota tim
§  Pengelolaan konflik agar konflik tetap ada di tataran intelektual, bukan pribadi.
§  Penguatan komitmen tim.
§  Pemuasan kepercayaan dan dukungan yang dibutuhkan oleh anggota tim
§  Bertindakan fair dan konsisten dalam perilaku-perilaku yang bersifat prinsipil.

§  Memperoleh akses atas informasi demi membangun aliansi eksternal;
§  Membantu tim yang telah terkena pengaruh lingkungan ;
§  Bernegosiasi dengan manajemen senior seputar pengakuan, dukungan, dan sumberdaya yang perlu bagi kelangsungan tim;
§  Perlindungan anggota tim dari penetrasi lingkungan internal organisasi maupun eksternal organisasi;
§  Melakukan pengujian atas indikator efektivitas yang berasal dari lingkungan eksternal, misalnya survey kepuasan pelanggan; dan
§  Menyediakan informasi dari luar yang dibutuhkan oleh anggota tim.
Efektivitas tim terdiri atas dua dimensi yaitu : (1) kinerja tim dan (2) pengembangan tim. Kinerja tim mengaju pada seberapa baik kualitas tugas yang mampu dicapaioleh tim. Pengembangan tim mengacu pada seberapa baik tim tetap terpelihara sehubungan dengan pencapaian tugas-tugas tim. Sejumlah peneliti menganjurkan kriteria penilaian efektivitas tim, misalnya yang seperti ditawarkan Carl E. Frank M. J. LaFasto tahun 1989, yaitu:[26]
§  Apakah tim punya tujuan yang spesifik, masuk akal, dan disampaikan secara jelas?
§  Apakah tim memiliki struktur pencapaian hasil?
§  Apakah para anggota tim memenuhi syarat?
§  Adakah kesatuan dalam tim yang didasarkan pada komitmen atas tujuan tim?
§  Adakah iklim kerjasama diantara anggota tim?
§  Adakah standar prima yang membimbing tim?
§  Adakah dukungan eksternal serta pengakuan bagi tim?
§  Adakah kepemimpinan tim yang efektif?


Share this article :

0 comments:


Populer Post

Pengunjung

free counters
 
Support : Whisuma | Morodadi Computer Madiun | MDC Advertising |
Copyright © 2011. Morodadi Komputer M
Creating Website Published by Morodadi Computer dan Advertising Madiun
powered by MDCTEAM